Label kemasan makanan punya dua tugas yang sering bertabrakan: membuat orang ingin membeli, dan memuat keterangan yang diwajibkan aturan. Desain yang cantik tapi lupa berat bersih bisa bermasalah. Label yang lengkap tapi berantakan tidak akan dilirik. Artikel ini merangkum keterangan wajibnya, lalu cara menatanya supaya dua tugas itu akur.

Catatan: ini ringkasan umum, bukan nasihat hukum. Aturan teknis bisa diperbarui, jadi selalu cek ketentuan terbaru dari BPOM, pemerintah daerah, dan BPJPH.

Keterangan yang wajib ada

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mewajibkan label pada kemasan pangan yang diperdagangkan, ditulis dalam bahasa Indonesia, dan paling sedikit memuat:

  • nama produk;
  • daftar bahan yang digunakan;
  • berat bersih atau isi bersih;
  • nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor;
  • keterangan halal bagi yang dipersyaratkan;
  • tanggal dan kode produksi;
  • tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa;
  • nomor izin edar bagi pangan olahan;
  • asal usul bahan pangan tertentu.

Untuk jenis pangan tertentu, BPOM juga mengatur keterangan tambahan, misalnya informasi nilai gizi dan peringatan alergen. Detailnya ada di peraturan BPOM tentang label pangan olahan.

PIRT atau BPOM: nomor mana yang kamu pakai?

P-IRT adalah nomor untuk pangan olahan produksi industri rumah tangga dengan jenis pangan tertentu yang risikonya lebih rendah, diterbitkan lewat pemerintah daerah. Di label, nomornya ditulis setelah tulisan “P-IRT”. BPOM RI MD adalah nomor izin edar dari BPOM untuk pangan olahan produksi dalam negeri yang tidak termasuk kategori P-IRT. Jenis pangan yang boleh memakai P-IRT dibatasi, jadi cek daftarnya sebelum menentukan jalur perizinan. Menurut BPOM, SPP-IRT kini diterbitkan pemerintah kabupaten atau kota melalui sistem OSS.

Cara menulis nomor P-IRT di kemasan

Banyak yang mencari “logo PIRT”. Faktanya, aturan yang berlaku saat ini, Peraturan BPOM Nomor 4 Tahun 2024, tidak menetapkan logo gambar khusus untuk P-IRT. Yang dicantumkan di label adalah kode “P-IRT” diikuti nomor sertifikat produkmu, persis seperti yang tertera di SPP-IRT.

  • Salin nomornya utuh dari sertifikat SPP-IRT, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah urutan digitnya.
  • Letakkan bersama keterangan wajib lain di tempat yang mudah ditemukan, dengan huruf yang terbaca dan kontras dengan latarnya.
  • Cek setiap produk. Sertifikat diterbitkan untuk produk yang didaftarkan, jadi produk atau varian baru bisa memerlukan nomor sendiri. Tanyakan ke dinas yang menerbitkan.
  • Perhatikan masa berlaku. Menurut peraturan itu, SPP-IRT berlaku lima tahun, produk dengan sertifikat yang habis masa berlakunya tidak boleh diedarkan, dan perpanjangan diajukan paling lambat satu bulan sebelum masa berlaku berakhir.
  • Periksa nomornya sebelum cetak. Nomor bisa dicek di situs SPPIRT milik BPOM, sppirt.pom.go.id. Satu salah ketik di file desain berarti ribuan kemasan yang salah.

Logo halal dan tenggat 17 Oktober 2026

Label Halal Indonesia yang ditetapkan BPJPH sejak 2022 menggantikan logo halal lama. Logo halal hanya boleh dicantumkan setelah produk mendapat sertifikat halal, bukan dipasang lebih dulu sebagai rencana. Yang perlu dicatat pelaku usaha kecil: menurut BPJPH, produk makanan dan minuman usaha mikro dan kecil harus sudah bersertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026, berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, sehingga kewajibannya berlaku sejak 18 Oktober 2026. Pernyataan soal sanksi menjelang tenggat belum seragam, jadi pantau pengumuman resmi BPJPH. BPJPH juga membuka program sertifikasi halal gratis untuk usaha mikro dan kecil lewat SiHalal dengan kuota terbatas. Kalau produkmu belum bersertifikat, urus sekarang, lalu siapkan ruang untuk logonya di desain kemasan berikutnya.

Cara menata label supaya tetap enak dilihat

  • Tentukan panggung depan. Bagian utama kemasan untuk nama produk, varian, dan satu pesan utama. Keterangan wajib yang panjang pindahkan ke sisi atau belakang, sesuai aturan penempatan yang berlaku.
  • Keterangan wajib tetap harus terbaca. Kontras yang cukup, ukuran huruf yang wajar, dan jangan menaruh teks kecil di atas foto yang ramai.
  • Sisakan ruang untuk yang berubah. Tanggal kedaluwarsa dan kode produksi biasanya dicetak terpisah saat produksi, jadi siapkan area kosong untuk itu.
  • Sistemkan untuk banyak varian. Satu tata letak dasar, warna atau ilustrasi yang berganti per varian. Menambah varian jadi murah dan rak tetap terlihat rapi.
  • Uji di dunia nyata. Cetak mockup, tempel di kemasan asli, lalu lihat dari jarak rak dan dari foto marketplace berukuran kecil.

Standing pouch, box, atau label saja?

Pilihan kemasan menentukan ruang desain. Standing pouch memberi bidang depan yang lebar dan cocok untuk camilan, kopi, dan bumbu; ukurannya dipilih dari berat isi, dan dieline-nya sebaiknya diminta langsung dari percetakan. Box memberi enam sisi untuk bercerita. Label stiker paling hemat untuk botol dan toples, dengan ruang yang paling terbatas.

WHITE mendesain kemasan dan label yang lengkap secara aturan dan tetap menarik di rak maupun di marketplace. Lihat jasa desain kemasan kami, gambaran biaya branding, atau kirim foto kemasanmu lewat WhatsApp. Semuanya dimulai #withWHITE.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja yang wajib ada di label kemasan makanan?

Menurut UU Pangan, paling sedikit nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, nama dan alamat produsen atau importir, keterangan halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, tanggal kedaluwarsa, nomor izin edar untuk pangan olahan, dan asal usul bahan tertentu, ditulis dalam bahasa Indonesia.

Apa bedanya P-IRT dan BPOM MD?

P-IRT untuk pangan olahan industri rumah tangga dengan jenis pangan tertentu yang risikonya lebih rendah dan diterbitkan lewat pemerintah daerah. BPOM MD adalah izin edar dari BPOM untuk pangan olahan produksi dalam negeri di luar kategori P-IRT.

Kapan logo halal boleh dicantumkan di kemasan?

Setelah produk mendapat sertifikat halal. Untuk produk makanan dan minuman usaha mikro dan kecil, BPJPH menetapkan sertifikat halal harus sudah dimiliki paling lambat 17 Oktober 2026, sehingga kewajibannya berlaku sejak 18 Oktober 2026.

Apakah ada logo PIRT resmi?

Peraturan BPOM Nomor 4 Tahun 2024 tidak menetapkan logo gambar khusus untuk P-IRT. Di label, cantumkan kode P-IRT diikuti nomor sertifikat persis seperti di SPP-IRT, dan cek nomornya di situs SPPIRT BPOM sebelum mencetak.